Cari obat

  • Telusuri

    Cari berdasarkan nama obat.

MY ACCOUNT


Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi Lantik Anggota Komisi Farmasi

Oleh: admin Tanggal April 20, 2015

Menteri Kesehatan, Nafsiah Mboi melantik anggota Komisi Farmasi Nasional (KFN) masa bakti 2014-2016, di Jakarta, Selasa (23/9). Tugas KFN adalah menjamin mutu tenaga kefarmasian di Indonesia dalam melakukan praktik kefarmasian, baik dalam aspek pengadaan, produksi, distribusi sediaan farmasi maupun pelayanan farmasi.

Dalam sambutannya, Nafsiah menjelaskan pelantikan KFN ini penting dalam mewujudkan pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) saat ini dan jaminan kesehatan semesta (universal health coverage) pada tahun 2019. Untuk mewujudkan hal ini dibutuhkan dukungan tenaga kesehatan yang profesional, termasuk kefarmasian di Indonesia.

“Pelayanan kesehatan, termasuk kefarmasian di era JKN dituntut untuk dilaksanakan secara efektif dan efisien. Untuk mencapai hal itu diperlukan penapisan teknologi kesehatan atau health technology assessment, guna memilih obat dan alat kesehatan yang akan dipakai dalam pelayanan kefarmasian,” kata Menkes.

Oleh karena itu, dikatakan Menkes, setiap tenaga kefarmasian perlu mengikuti perkembangan keilmuan dan memahami prosedur penapisan teknologi kesehatan. Menkes juga meminta agar aspek penapisan teknologi kesehatan dalam pelayanan kefarmasian mendapat perhatian KFN yang baru dilantik ini dalam menjamin mutu kefarmasian.

“Jaminan mutu ini hendaknya merupakan sistem yang komprehensif sejak masa pendidikan hingga masa praktek keprofesian,” tambah Menkes.

Pada kesempatan ini pula, Menkes mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada ketua dan seluruh anggota KFN masa bakti 2011-2014, yang telah bekerja keras melaksanakan tugasnya dengan baik. Adapun keberhasilan yang dicapai, di antaranya melakukan registrasi apoteker di seluruh Indonesia yang jumlahnya kini mencapai lebih dari 48.000 orang. Selain itu, juga berhasil mengembangkan sistem registrasi online dan menerbitkan pedoman sumpah apoteker.

Bersama Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta Ikatan Apoteker Indonesia menyusun Naskah Akademik Pendidikan Apoteker Indonesia, Standar Pendidikan Apoteker, Matrik Blue Print Uji Kompetensi Apoteker, dan Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi Farmasi di Indonesia.