Cari obat

  • Telusuri

    Cari berdasarkan nama obat.

MY ACCOUNT


CARA MENKES TINGKATKAN MUTU OBAT-OBATAN

Oleh: admin Tanggal March 23, 2015

Menteri Kesehatan, Nafsiah Mboi melantik anggota Komisi Farmasi Nasional (KFN), Gedung Menkes, Jakarta, Selasa (22/9/2014). Tugas KFN adalah menjamin mutu tenaga kefarmasian di Indonesia dalam melakukan praktik kefarmasian, baik dalam aspek pengadaan, produksi, distribusi sediaan farmasi maupun pelayanan farmasi. Menkes Nafsiah Mboi melantik 9 anggota Komite Farmasi Nasional (KFN) untuk masa bakti 2014-2016. Dalam sambutannya Nafsiah menyebutkan bahwa Indonesia yang saat ini sedang berupaya mewujudkan jaminan kesehatan semesta pada tahun 2019 melalui JKN.

“Kedua kerja besar ini memerlukan dukungan tenaga kesehatan yang profesional, termasuk tenaga kefarmasian. Oleh karena itu.‎ KFN harus sungguh-sungguh menjamin mutu tenaga kefarmasian di Indonesia yang melakukan praktik kefarmasian, baik dalam aspek pengadaan, produksi, distribusi sediaan farmasi, maupun pelayanan kefarmasian,” ungkapnya.

Dalam acara pelantikan yang diselenggarakan di Gedung Kemenkes RI, Selasa (23/9/2014), Nafsiah juga menyampaikan permintaannya kepada KFN untuk memperhatikan sistem pendidikan yang berkualitas dan terakreditasi. Menurutnya hal ini penting terutama untuk standar pendidikan tenaga kefarmasian.

Standar pendidikan hendaknya tersedia bagi pendidikan apoteker, pendidikan tingkat diploma, dan pendidikan menengah farmasi.

“Hendaknya proses penyusunan standar yang sekarang sedang dilaksanakan KFN bersama Ditjen Dikti Kemdikbud segera diselesaikan,” pesan Nafsiah.

Ia juga menyayangkan masih banyaknya tenaga kefarmasian untuk selalu mematuhi setiap peraturan yang telah ditetapkan. Menurutnya ini penting untuk diantisipasi agar tindakan yang berpotensi menjadi malpraktik kefarmasian bisa dicegah.

“Didik apoteker dan semua yang terlihat, bahwa ada aturan penggunaan obat-obat. Jangan kita sendiri yang melanggar aturan itu. Saya titipkan karena ini tanggung jawab kita bersama. Saya risau melihat tidak disiplinnya jajaran kefarmasian, obat banyak diberi tanpa resep,” tutur Nafsiah.