Berlico Mulia Farma

Tetap Berolahraga Meski di Bulan Puasa

May 07, 2019 01:25 oleh Berlico Content Manager
Kembali ke listing

Berlico

Saat bulan Ramadhan, umat muslim di seluruh dunia diwajibkan untuk menjalankan ibadah puasa yakni puasa makan dan minum serta menahan hawa nafsu. Keterbatasan asupan makanan dan cairan selama berpuasa tentu membuat badan menjadi terasa lebih lemas. Tetapi jangan dijadikan puasa sebagai alasan untuk tidak berolahraga dan bermalas malasan. Justru pada saat bulan puasa kita harus menjaga tubuh agar tetap fit dengan berolahraga. Namun, tentu saja porsi olahraga yang lakukan di bulan puasa tidak seintensif saat bulan-bulan lainnya. Kita juga harus selektif dalam memilih olahraga yang sesuai dengan kemampuan. Berikut adalah tips olahraga waktu puasa yang menyehatkan.

  1. Waktu Olahraga
    Pertama yang harus diperhatikan adalah waktu melakukan olahraga. Waktu terbaik untuk melakukan olahraga dibulan Ramadhan adalah pada saat setelah berbuka, karena setelah berbuka tubuh mendapatkan energinya kembali dari makanan dan minuman. Namun, bisa juga dilakukan pada saat menjelang berbuka puasa yaitu 30-60 menit menjelang berbuka karena mendekati waktu makan. Yang terpenting adalah kita harus mengenali kemampuan diri kita supaya dalam melakukan olahraga tidak merasa lemas, pusing, atau bahkan pingsan. Waktu olahraga juga harus dipangkas. Jika biasanya berolahraga selama 60 menit, saat sedang puasa cukup berolahraga selama 30 - 45 menit saja. Hal ini dilakukan untuk menjaga tubuh agar tidak terlalu lelah.
  2. Hidrasi Tubuh Saat Berbuka Puasa dan Sahur
    Olahraga merupakan aktivitas yang membutuhkan banyak cairan dan nutrisi dalam tubuh. Agar tubuh tidak mengalami dehidrasi, penuhi kebutuhan cairan tubuh pada saat buka puasa dan sahur. Konsumsi air minum yang cukup, yakni 2 gelas saat buka puasa, 4 gelas saat malam hari, dan 2 gelas saat sahur.
  3. Imbangi Olahraga dengan Makanan yang Tepat
    Agar tetap bisa berolahraga saat bulan puasa, pilihlah makanan yang tepat. Perbanyak konsumsi serat, karbohidrat, dan protein pada saat sahur. Makanan yang berprotein tinggi dapat menghasilkan cadangan energi agar dapat melakukan olahraga saat puasa.
  4. Pilih Olahraga yang Sesuai dengan Kemampuan
    Lakukan jenis olahraga yang sudah biasa dilakukan. Sebaiknya lakukan olahraga dengan intensitas ringan sampai sedang, seperti berjalan, jogging, dan bersepeda. Disarankan untuk tidak mencoba intensitas olahraga yang lebih tinggi dari yang biasa dilakukan karena ditakutkan tubuh tidak mampu melakukannya.
  5. Istirahat yang Cukup
    Untuk menjaga tubuh tetap prima saat bulan Ramadan, waktu tidur harus cukup. Tubuh memerlukan waktu tidur sekitar 7-9 jam per hari. Waktu tidur yang kurang dapat mempengaruhi kinerja tubuh. Tidur siang mungkin diperlukan untuk mempertahankan kondisi tubuh tetap fit.
  6. Untuk meredakan nyeri otot yang mungkin muncul setelah berolahraga, minum LinuGo
    LinuGoBerlosid
    LinuGo mengandung Ibuprofen dan Paracetamol yang dapat membantu meredakan nyeri otot. Diminum 1 kaplet sebanyak 3 kali sehari (setelah makan sahur, atau setelah berbuka puasa, dan bila perlu diminum menjelang tidur malam. Bila sakit berlanjut hubungi dokter.

Sumber:
https://www.idntimes.com/life/inspiration/agung-destian-putra/puasa-bukan-untuk-bermalasan-ini-4-alasannya-c1c2/full
https://lifestyle.kompas.com/read/2018/05/22/143049520/5-tips-tetap-berolahraga-saat-puasa?page=all
https://hellosehat.com/pusat-kesehatan/puasa-ramadhan/tips-olahraga-saat-puasa/