Berlico Mulia Farma

Kasus Influenza Merebak

Sep 23, 2026 10:41 oleh Berlico Content Manager
Kembali ke listing

Halo sobat Berlico,

Belakangan ini, kasus penyakit Influenza Tipe A dilaporkan kian merebak. Kondisi ini menyebabkan kekhawatiran karena sebagian pasien mengalami gejala yang cukup berat hingga harus dirawat inap di rumah sakit.

Namun, apa sebenarnya Influenza Tipe A itu, apa yang membedakannya dari flu biasa, dan bagaimana langkah pencegahan yang paling efektif? Yuk kita simak

Influenza A dan Perbedaannya dengan Flu Biasa

Virus influenza diklasifikasikan menjadi empat tipe utama berdasarkan karakteristik protein internalnya: A, B, C, dan D. Di antara keempatnya, influenza A dan B bertanggung jawab atas epidemi musiman, dengan influenza A memiliki potensi menyebabkan pandemi karena kemampuannya mengalami antigenic shift dan drift.

Inilah yang membuat Influenza A secara khusus mendapat perhatian lebih dari para ahli kesehatan dunia. Sementara Influenza B lebih stabil dan cenderung hanya menyebabkan wabah lokal, Influenza A terus berevolusi secara agresif dan memiliki kemampuan untuk menyeberang dari hewan ke manusia.

Influenza A diberi nama berdasarkan dua protein kunci di permukaannya: Hemagglutinin (H) dan Neuraminidase (N). Kedua protein ini menentukan bagaimana virus menginfeksi sel tubuh dan bagaimana ia dilepaskan untuk menginfeksi sel berikutnya. Kombinasi dari 18 subtipe H dan 11 subtipe N menghasilkan banyak kemungkinan varian virus.

Subtipe influenza A yang saat ini bersirkulasi secara rutin pada manusia adalah A(H1N1) dan A(H3N2). Namun selain keduanya, ada subtipe yang berasal dari hewan dan sesekali menginfeksi manusia, seperti H5N1 yang dikenal sebagai flu burung dengan tingkat kematian yang sangat tinggi.

Antigenic Drift dan Antigenic Shift: Mengapa Virus Ini Sulit Ditaklukkan

Dua mekanisme ini menjadi kunci mengapa Influenza A begitu sulit dikendalikan secara permanen. 

Dua mekanisme utama yang mendorong evolusi virus influenza A adalah antigenic drift dan antigenic shift. Antigenic drift terjadi akibat mutasi titik yang terakumulasi secara bertahap dalam genom virus, khususnya pada situs antigenik dari glikoprotein permukaan hemagglutinin (HA) dan neuraminidase (NA). Proses ini terjadi perlahan namun terus-menerus, sehingga bahkan orang yang pernah terinfeksi atau divaksin bisa terinfeksi kembali oleh varian yang sedikit berbeda.

Sementara itu, antigenic shift adalah perubahan mendadak yang besar pada virus influenza A, menghasilkan virus flu baru atau “novel” yang menginfeksi manusia. Ini bisa terjadi ketika materi genetik dari dua virus flu bergabung membentuk virus dengan subtipe baru atau campuran gen dari hewan. Antigenic shift inilah yang memicu pandemi, seperti yang terjadi pada pandemi flu 1918 (H1N1) dan pandemi flu babi 2009 (H1N1pdm09).

Karena mekanisme ini, vaksin influenza harus diperbarui setiap tahun untuk menyesuaikan dengan varian yang sedang bersirkulasi.

Gejala

Gejala influenza tipe A meliputi:

  • Demam tinggi mendadak, sering 38°C hingga 40°C
  • Sakit kepala intens
  • Nyeri otot dan sendi yang berat (myalgia)
  • Kelelahan ekstrem
  • Batuk kering
  • Sakit tenggorokan
  • Hidung tersumbat atau berair
  • Nafsu makan menurun
  • Mual, muntah, atau diare, yang lebih sering pada anak-anak

Penyebab 

Virus influenza tipe A dapat menyebar melalui droplet atau percikan air liur yang mengandung virus dari orang yang terinfeksi. Droplet ini kemudian dapat menyebar ketika seseorang tersebut batuk, bersin, atau bahkan berbicara. Selain itu, menyentuh permukaan benda yang terkontaminasi lalu menyentuh wajah dapat menyebabkan penularan virus.

Penyebaran virus ini dapat terjadi begitu cepat terutama di lokasi yang ramai seperti kantor, sekolah, dan sarana transportasi umum. Faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan seseorang terinfeksi influenza tipe A mencakup:

  • Berkontak dekat dengan penderita flu
  • Sistem imun lemah
  • Memiliki kondisi kesehatan kronis seperti asma, diabetes, atau penyakit jantung
  • Berusia rentan (anak-anak di bawah 5 tahun dan lansia di atas 65 tahun)

Menurut studi di The Journal of Infectious Diseases, virus influenza A dapat bertahan hidup di permukaan keras selama 24-48 jam dan di tangan selama 15 menit.

Diagnosis

Cara menegakkan diagnosis terjangkitnya Influenza Tipe A dilakukan melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik. Untuk memastikan diagnosis, dokter dapat melakukan beberapa pemeriksaan penunjang dengan metode berikut:

  • Tes cepat influenza (rapid influenza diagnostic test/): mendeteksi antigen virus dalam waktu kurang dari 30 menit.
  • RT-PCR (reverse transcription polymerase chain reaction): metode paling akurat untuk mendeteksi virus influenza tipe A. Tes dilakukan dengan mengambil sampel dari hidung atau tenggorokan pasien.
  • Jika terjadi komplikasi seperti pneumonia, dapat dilakukan Xray thorax

Penanganan

Dalam sebagian besar kasus, pasien infeksi influenza tipe A dapat sembuh sendiri tanpa menjalani perawatan khusus di rumah sakit. Langkah yang dapat ditempuh untuk mempercepat penyembuhan meliputi:

  • Istirahat cukup agar tubuh memiliki daya tahan tubuh yang baik untuk melawan infeksi
  • Konsumsi cairan yang cukup untuk mencegah dehidrasi
  • Konsumsi pereda demam dan pereda nyeri seperti parasetamol dan ibuprofen
  • Untuk kasus yang lebih berat, dapat diberikan antivirus seperti zanamivir atau oseltamivir.

Komplikasi 

Meskipun secara umum pasien dapat sembuh sendiri, namun infeksi virus influenza tipe A dapat memicu komplikasi yang mengancam jiwa, khususnya pada kelompok rentan. Komplikasi yang dapat muncul antara lain:

  • Pneumonia, yakni infeksi paru-paru yang serius
  • Bronkitis atau peradangan pada saluran bronkial
  • Sinusitis dan infeksi telinga, terutama pada anak-anak
  • Gagal jantung atau pemburukan penyakit kronis pada penderita penyakit jantung atau paru-paru.
  • Risiko komplikasi ini meningkat hingga tiga kali lipat pada pasien yang mengidap penyakit kronis.

Pencegahan

Langkah pencegahan yang efektif antara lain:

  • Menjalani vaksinasi flu tahunan, terutama bagi kelompok rentan mencakup lansia, ibu hamil, anak-anak usia 6 bulan hingga 5 tahun, penderita penyakit kronis, dan petugas kesehatan.
  • Cuci tangan secara teratur menggunakan sabun dan air atau hand sanitizer
  • Menghindari kontak dekat dengan orang yang sakit dengan gejala batuk atau bersin
  • Menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin, dapat memakai tisu atau siku bagian dalam
  • Meningkatkan sistem kekebalan tubuh dengan pola makan sehat, olahraga teratur, dan tidur cukup

Nah sobat Berlico, jika mengalami gejala-gejala di atas segera ke dokter ya, agar mendapat penanganan yang tepat sehingga komplikasi dapat dicegah. Dan jangan lupa, selalu terapkan PHBS agar infeksi dapat dicegah. 

Salam sehat selalu,
Berlico

Sumber:

  1. https://primayahospital.com/umum/influenza-tipe-a/ 
  2. https://bblabkesmasmakassar.go.id/influenza-a-gejala-penularan-komplikasi-pencegahan/