
Halo sobat Berlico,
Gangguan kekentalan darah sering kali tidak disadari oleh penderitanya, sebab kondisi ini umumnya tidak bergejala. Padahal, kadar kekentalan darah juga penting diperhatikan sebagai salah satu tolak ukur kesehatan tubuh.
Darah kental (hiperkoagulabilitas) terjadi akibat tingginya kadar sel darah merah dalam darah, yang meningkatkan risiko terjadinya pembekuan darah. Ketika seseorang memiliki darah yang kental, darah mereka cenderung menggumpal terlalu banyak atau menggumpal saat tidak dibutuhkan. Gumpalan darah yang terbentuk di arteri atau vena dapat menghalangi aliran darah ke organ-organ penting, seperti otak, jantung, dan paru-paru.
Fakta Kekentalan Darah yang Penting Diketahui
Ada beberapa penyebab terjadinya pengentalan darah, seperti penyakit keturunan terkait proses pembekuan darah, penyakit kronis, atau kondisi kesehatan tertentu, misalnya kehamilan, obesitas, dan riwayat operasi atau trauma fisik.
Selain mengetahui penyebab darah mengental, beberapa fakta tentang kekentalan darah berikut ini juga perlu diketahui:
1. Peradangan dan kolesterol jahat membuat darah kental
Semakin tinggi kadar kolesterol jahat atau LDL, darah akan menjadi lebih kental. Selain itu, peradangan kronis juga dapat memengaruhi kekentalan darah. Kondisi peradangan umumnya terjadi pada perokok aktif, sebab zat dalam rokok dapat memicu penyempitan dan peradangan pada pembuluh darah.
2. Kelainan sel darah merah memicu kekentalan darah
Faktor lain yang dapat memengaruhi kekentalan darah adalah sel darah merah. Jumlah dan bentuk sel darah merah normal jarang menimbulkan masalah kekentalan darah. Namun, kelainan jumlah dan kadarnya yang berlebih bisa menyebabkan darah menjadi kental. Kelainan tersebut meliputi polisitemia vera, anemia sel sabit, thalasemia, dan kekurangan enzim G6PD.
3. Kekentalan darah berlebih mengurangi pasokan oksigen
Saat darah menjadi kental, sel darah berisiko saling menempel satu sama lain dan membentuk gumpalan darah. Hal ini menghambat fungsi darah dalam mengantarkan oksigen ke organ tubuh dan memaksa jantung bekerja lebih keras.
4. Risiko serangan jantung dan stroke menjadi tinggi
Risiko serangan jantung dan stroke lebih tinggi bila darah kental terjadi akibat kolesterol tinggi dan penyakit kronis, seperti diabetes atau hipertensi. Kondisi ini membuat darah mudah menempel satu sama lain dan menggumpal. Apabila gumpalan terjadi di pembuluh darah jantung, serangan jantung bisa terjadi. Sementara itu, stroke merupakan hasil dari gumpalan yang menyumbat pembuluh darah di otak sehingga merusak fungsi otak.
5. Obat-obatan tertentu mempengaruhi kekentalan darah
Obat-obatan tertentu meningkatkan risiko darah menjadi kental, seperti methotrexate, fenitoin, carbamazepine, heparin, pil KB, atau terapi hormon testosteron. Meski begitu, konsumsi obat tersebut tidak langsung menyebabkan darah mengental. Apabila Anda konsumsi obat di atas sesuai anjuran dokter, efek samping kekentalan darah diharapkan bisa terpantau dan dicegah.
Gejala Kekentalan Darah
Darah yang kental sering kali tidak menimbulkan gejala. Kebanyakan orang baru menyadari bahwa mereka memiliki darah kental setelah didiagnosis mengalami pembekuan darah.
Namun, terkadang darah yang kental bisa menimbulkan gejala yang berhubungan dengan pembekuan darah. Gejala yang muncul bergantung pada lokasi terbentuknya pembekuan darah di dalam tubuh, antara lain:
- Nyeri dada
- Sesak napas
- Gejala serangan jantung, seperti kesemutan di lengan atau nyeri di punggung atau rahang
- Sakit kepala
- Ucapan tidak jelas atau kesulitan berbicara
- Pusing
- Kesulitan memahami pembicaraan
- Nyeri atau kemerahan di tungkai bawah.
Cara Mengurangi Risiko Gangguan Kekentalan Darah
Berikut ini adalah beberapa langkah pola hidup sehat yang dapat dilakukan untuk meminimalkan risiko kekentalan darah:
- Menerapkan pola makan sehat dan mengurangi asupan makanan berlemak
- Berolahraga secara teratur dan perbanyak minum air putih
- Berhenti merokok dan menghindari asap rokok
- Menurunkan berat badan
- Menghindari duduk dalam waktu lama
- Menggerakkan kaki dan telapak kaki secara teratur untuk mendukung aliran darah.
- Mengelola stres dengan baik
Kekentalan darah berlebih memang dapat dicegah dengan pola hidup sehat. Namun, sebagian orang ada juga yang cenderung mengalami kekentalan darah berlebih akibat penyakit genetik atau keturunan.
Sobat Berlico, yuk lakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin ke dokter guna mendeteksi risiko kekentalan darah dan lakukan pola hidup sehat diatas untuk meminimalkan resikonya ya.
Salam sehat selalu,
Berlico
Sumber:
- https://www.alodokter.com/5-fakta-tentang-kekentalan-darah-yang-penting-diketahui
- https://mandayahospitalgroup.com/id/darah-kental/
-
https://www.halodoc.com/artikel/kekentalan-darah-gejala-penyebab-dan-cara-atasi?srsltid=AfmBOooR-vYHup0vuqYv-Jl8O3F_VSqFkmBqc-IaUwWMs4uP3aXQsIc_
