Berlico Mulia Farma

Kesehatan Mental Yang Sering Diabaikan dan Disepelekan

Oct 10, 2026 09:49 oleh Berlico Content Manager
Kembali ke listing

Halo sobat Berlico,

Masyarakat sering kali masih menempelkan stigma negatif dan diskriminasi terhadap orang yang mengalami masalah mental atau kejiwaan. Hal ini membuat banyak orang merasa malu atau takut untuk mencari bantuan. Selain itu, masih banyak pula orang yang menganggap masalah mental atau masalah kejiwaan sebagai kelemahan atau tanda kepribadian yang buruk. Akibatnya, banyak yang mengabaikan dan menyepelekan kesehatan mental, dan menganggap kesehatan fisik lebih penting. Padahal, mengabaikan kesehatan mental dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, baik bagi individu maupun masyarakat secara keseluruhan.

Di Hari Kesehatan Mental Sedunia ini merupakan kesempatan untuk memahami dan memperhatikan kesehatan mental lebih mendalam lagi. Simak yuk!

Apa Itu Kesehatan Mental (Mental Health)?

Kesehatan mental merupakan kondisi kesehatan yang berkaitan dengan aspek kejiwaan, psikis, dan emosional seseorang. Good mental health merupakan kondisi ketika kejiwaan dan pikiran dalam keadaan tenang dan damai. Kondisi ini memungkinkan seseorang untuk berpikir lebih jernih dan fokus saat beraktivitas.

Seseorang dengan kesehatan mental yang baik mampu mengoptimalkan potensi dirinya dalam menghadapi permasalahan hidup, tantangan, hingga menjalin hubungan yang positif dengan orang lain. Sementara itu, kondisi mental yang terganggu dapat berdampak buruk terhadap emosi, suasana hati, dan kemampuan seseorang dalam berpikir.

Penyebab Gangguan Kesehatan Mental

Gangguan kesehatan mental dapat dipicu oleh berbagai faktor, seperti trauma akibat peristiwa buruk yang terjadi di masa lalu dan beberapa hal berikut ini:

  • Riwayat gangguan kesehatan jiwa dalam keluarga atau faktor genetik.
  • Tinggal di lingkungan perumahan yang tidak sehat.
  • Adanya riwayat kekerasan seksual, fisik, atau bentuk pelecehan lainnya.
  • Korban diskriminasi dan stigma.
  • Terasingkan atau terisolasi secara sosial atau merasa kesepian.
  • Stres berat dalam jangka waktu yang lama.
  • Cedera pada kepala.
  • Gangguan pada otak atau kelainan pada senyawa kimia di otak.
  • Mengalami kerugian besar dalam hal ekonomi, seperti mengalami kebangkrutan atau memiliki utang.
  • Kehilangan pekerjaan, pengangguran, atau tunawisma.
  • Kematian atau kehilangan orang yang sangat disayangi.
  • Penyalahgunaan obat-obatan terlarang atau konsumsi alkohol secara berlebihan.
  • Memiliki trauma berat, seperti mengalami kecelakaan serius atau berada dalam situasi peperangan.

Gejala Gangguan Kesehatan Mental

Pasien dengan gangguan kesehatan mental dapat menunjukkan gejala yang berbeda-beda, tergantung dari jenis penyakit mental yang dideritanya. Namun, berikut beberapa gejala umum yang dapat dialami oleh penderita gangguan mental:

  • Sulit fokus dan berkonsentrasi.
  • Kesulitan dalam mengatasi stres atau masalah sehari-hari.
  • Mudah emosi secara berlebihan dan rentan melakukan kekerasan.
  • Suka berteriak atau berkelahi.
  • Sering berhalusinasi atau menjadi paranoid.
  • Menarik diri dari aktivitas sosial.
  • Kehilangan semangat dan minat untuk melakukan aktivitas yang awalnya disukai.
  • Muncul pikiran untuk menyakiti diri sendiri (self-harm) atau orang lain.
  • Munculnya pikiran untuk bunuh diri (suicidal thoughts).
  • Munculnya perubahan suasana hati secara tiba-tiba.
  • Perubahan kebiasaan atau pola makan, seperti tidak nafsu makan atau justru makan secara berlebihan.
  • Munculnya perasaan cemas, takut, khawatir, putus asa, dan sedih secara berlebihan.
  • Sering merasa lelah dan mengalami masalah tidur.
  • Perubahan gairah seks.
  • Rutinitas sehari-hari terganggu dan produktivitas atau prestasi menurun.
  • Sulit memahami kondisi orang lain.
  • Merasa kebingungan, mudah lupa, dan mudah tersinggung.
  • Hilangnya rasa percaya diri.

Pengobatan Gangguan Kesehatan Mental

Terdapat sejumlah metode pengobatan yang dapat direkomendasikan dokter untuk membantu pasien dalam mengelola atau mengatasi kondisi gangguan kesehatan mental mereka. Beberapa pengobatan tersebut adalah:

1. Konsumsi Obat-obatan

Pemberian obat-obatan harus sesuai dengan resep dokter dan bertujuan untuk mengatasi gejala gangguan mental akibat ketidakseimbangan senyawa kimia di otak. Biasanya, dokter juga mengombinasikannya dengan psikoterapi agar hasil pengobatan lebih efektif dan optimal. 

2. Psikoterapi

Melalui psikoterapi, pasien dapat menyampaikan perasaan serta pikirannya dan dokter akan memberikan saran yang sesuai. Biasanya, dokter akan membimbing pasien dalam mengontrol perasaan dan mengelola emosi serta perilakunya. 

3. Supporting Group

Pasien dengan gangguan kesehatan mental biasanya juga disarankan untuk bergabung ke dalam supporting group atau kelompok dukungan. Kelompok ini terdiri dari orang-orang yang juga menderita gangguan mental atau individu yang sudah sembuh dari penyakitnya. Melalui kegiatan ini, pasien diharapkan dapat saling berbagi pengalaman dan saran sehingga proses pemulihan pun dapat berjalan secara optimal.

4. Stimulasi Otak

Stimulasi pada otak terdiri dari beberapa jenis, yaitu stimulasi magnetik transkranial, stimulasi saraf vagus, elektrokonvulsif, dan deep brain stimulation. Metode terapi ini dinilai efektif untuk membantu pasien dalam mengatasi masalah gangguan mental yang dialaminya.

5. Rehabilitasi

Metode rehabilitasi biasanya diberikan pada pasien yang mengalami masalah kesehatan mental akibat penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Rehabilitasi yang dilakukan bertujuan untuk menghentikan ketergantungan pasien terhadap obat-obatan tersebut.

6. Perawatan di Rumah Sakit

Biasanya perawatan di rumah sakit dilakukan untuk mencegah terjadinya kondisi gawat darurat, seperti percobaan bunuh diri.

7. Perawatan Mandiri

Perawatan mandiri terkait kondisi kesehatan mental dapat dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat serta mengelola stres dengan baik. 

Psychological First Aid (PFA) 

Psychological First Aid (PFA) atau Pertolongan Pertama Psikologis adalah strategi untuk mengurangi berbagai emosi dan respon menyakitkan yang dialami oleh orang-orang yang terpapar stres tinggi. PFA bertujuan untuk mengurangi gejala stres dan membantu pemulihan yang sehat setelah peristiwa traumatis, bencana alam, keadaan darurat kesehatan masyarakat, atau bahkan krisis pribadi.

Setelah melalui pengalaman yang mengubah hidup, wajar jika kita terpengaruh secara emosional. Reaksi yang muncul berbeda-beda pada periode waktu yang berbeda selama dan setelah kejadian. Beberapa reaksi stres yang umum meliputi: kebingungan, takut, perasaan putus asa dan tidak berdaya, masalah tidur, rasa sakit fisik, kecemasan, amarah, duka, terkejut, agresivitas, iman agama yang terguncang, hilangnya kepercayaan terhadap diri sendiri atau orang lain.

Cara Memberikan Psychological First Aid (PFA) yang Efektif

Berikut adalah beberapa tips untuk memberikan PFA yang efektif:

  • Pendekatan yang tenang dan empatik: Berbicaralah dengan nada yang tenang dan menunjukkan empati.
  • Menghormati privasi dan martabat: Jaga privasi individu dan hindari pertanyaan yang terlalu pribadi atau mengganggu.
  • Fokus pada kebutuhan saat ini: Bantu individu memenuhi kebutuhan dasar mereka, seperti makanan, air, tempat tinggal, dan informasi.
  • Memberikan Informasi yang akurat: Sediakan informasi yang jelas dan akurat tentang situasi yang terjadi dan sumber daya yang tersedia.
  • Mendorong mekanisme koping yang sehat: Bantu individu mengidentifikasi dan menggunakan strategi koping yang sehat, seperti relaksasi, olahraga, atau berbicara dengan orang yang dipercaya.
  • Hindari membuat janji yang tidak bisa dipenuhi: Jangan memberikan harapan palsu atau janji yang tidak dapat kamu tepati.

Cara Menjaga Kesehatan Mental

Cara menjaga kesehatan mental sebetulnya tak jauh berbeda dengan cara-cara yang diterapkan untuk menjaga kesehatan fisik, yaitu dengan menerapkan pola hidup sehat, seperti:

  • Berpikir dan memberikan afirmasi positif untuk diri sendiri.
  • Mengelola stres dengan baik.
  • Rutin berolahraga.
  • Menjaga hubungan baik dengan orang lain.
  • Tidur dan istirahat yang cukup.
  • Saling membantu dan memahami kondisi orang lain.
  • Mencari bantuan tenaga medis profesional jika dibutuhkan.

Sobat Berlico, tanpa adanya penanganan yang tepat, kondisi mental yang terganggu dapat memicu permasalahan dalam kehidupan sehari-hari yang akhirnya memengaruhi kualitas hidup penderitanya, seperti menurunnya produktivitas di tempat kerja atau prestasi di sekolah hingga merusak hubungan sosial dengan orang lain. Oleh karena itu, di Hari Kesehatan Mental Sedunia ini, mari kita lebih memperhatikan kesehatan mental kita dan orang-orang disekitar kita, saling support satu sama lain, dan segera menghubungi professional jika mengalami gejala-gejala diatas agar mendapat penanganan yang tepat.

Salam sehat selalu,
Berlico

Sumber:

  1. https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/apa-itu-mental-health
  2. https://www.who.int/campaigns/world-mental-health-day/2026 
  3. https://unitkesehatan.ipb.ac.id/hari-kesehatan-jiwa-sedunia-mental-health-in-humanitarian-emergencies/